Episode 4 : Selepas Jingking Berlarian

Kemarin malam aku menyisir pantai. Bersua dengan pasir dan bercinta dengan angin laut. Bulan hanya purnama & masih mengirimkan cahayanya. Supaya ada sedikit terang. Agar hadir bayang-bayang.

Ah, kenapa? Ombak masih saja seperti dulu. Mampu menghanyutkan hal-hal yang sentimentil. Tapi aku tahu, ia sebenarnya perkasa dalam heningnya.

Senja tadi, jingking berlari bersama bunga rumput grinting melesut di pasir putih selepas seorang anak kecil mengejarnya untuk dipersembahkan pada ayahnya yang tengah duduk di bawah gubug melihat laut mengecap-kecap masa mudanya yang begitu cepat larut.

Dan aku juga menjagakanmu saat ini. Karena aku sedang sakit. Aku dalam lemah. Aku butuh membayangkanmu melabuhkan semua rasaku ke tengah samudera. Jujur, ini lebih dari sekedar menghibur. Ini menguatkan.

Pada suatu waktu aku ingin membayangkan jingking yang dikejar anak kecil berlarian di atas pasir agar ia dapat mempersembahkan mimpi pada ayahnya yang menunggunya di bawah gubug pada suatu senja ketika aku melaut nanti.

6 Comments »

  1. crushdew Said:

    manis…

  2. bangkumahoni Said:

    Trims …
    *saya lagi sedang berusaha memadu dan mematut kata2 lagi*

  3. ndhasatos Said:

    Aku mencium bau laut saat membacanya.

  4. laut biru yang kurindu,
    cantikmu tak seperti dulu,
    pasir putih warna kasih,
    tersenyumlah kau kembali …

  5. bangkumahoni Said:

    Mas Andri lagi kesengsem sama pasir apa lagi kangen sama sang istri neh…

    Eh, di sana pantainya asik nggak?

  6. pantai singapore? ampun deh, kalah jauh sama indonesia, lha pasirnya aja diimpor dari Indo :) )


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment