Pagi ini saya lembur. Deadline kerjaan menuntut saya terus berjalan. Dan senja tadi indah sekali. Melihat ke barat, kok saya jadi terharu *berkaca-kaca*. Jakarta minggu terakhir ini seperti disekap kelambu kelabu. Musim yang letih. Tapi, senja tadi bersemburat lembayung. Saya bersyukur sekali karena aura itu mengantarkan saya beristirahat sejenak dari tekanan yang mengkungkung.
Semalam saya nonton Jiffest. Vero screening film documenternya Death in Jakarta. Trus tidur jam setengah 2 pagi. Lalu bangun jam 10 pagi, aduhh! Saya telat ngantor! Tapi syukurlah teman-teman kantor adalah kumpulan orang baik hati dan cukup toleransi. Dan jadinya sekarang saya terus berjalan mengejar deadline. Sabtu dan Minggu ini terpaksa tak ada jalan-jalan. Pagi ini saya masih bercinta dengan kompi. Tapi senja tadi bening sekali.
Saya menghirupnya dalam-dalam. Seperti aroma kopi. Wangi.




